Urusan Meninggal Tak Wajar Takmir Langgar di Desa Serah Terungkap

Urusan Meninggal Tak Wajar Takmir Langgar di Desa Serah Terungkap

TIMESINDONESIA, GRESIK – Teka-teki kematian Askuri, pengelola Takmir Masjid di Desa Pasrah beri Kecamatan Panceng Kabupaten Gresik Jawa Timur terungkap. Korban ternyata dibunuh oleh anak tiri.

Awalnya, pihak tanggungan tak ingin melaporkan kejadian tersebut ke pihak yang berwajib. Karena meninggalnya tak wajar, polisi keputusannya melakukan penyelidikan.

Bahkan Satreskrim Polres Gresik grak cepat polisi pasca menyambut informasi dari masyarakat tidaklah terbengkalai. D alias MMD yang tak lain merupakan anak tiri korban berhasai ditangkap oleh petugas ikatan.

Penangkapan D berdasarkan hasil dari analisis dan keterangan saksi-saksi yang tersedia di sekitar lokasi kejadian. Periode itu Minggu 5 Juli 2020 terlihat sepeda motor Supra X warna hitam merah dengan nopol W 6508 BA parkir di depan rumah korban sekitar pukul 19. 30 WIB hingga 21. 00 WIB.

Kapolres Gresik, AKBP Arief Fitrianto mengatakan penangkapan terhadap karakter pembunuhan ini berkat kesigapan dari anggota.

“Penangkapan terhadap tersangka diawali dari keterangan saksi-saksi, lantas anggota segera mengejar dan menangkap tersangka, ” katanya saat konferensi pers pada Halaman Mapolres Gresik, Rabu (22/7/2020).

Berdasarkan bukti bukti dan keterangan saksi-saksi kemudian dilakukan analisa berdasarkan Scientific Crime Investigation. Diketahui bahwa perbuatan dugaan pembunuhan atau penganiayaan itu dilakukan oleh D.

Menurut keterangan yang diperoleh dari D, malam perkara pelaku menemui korban Askuri untuk menanyakan kejelasan hubungan suami-istri secara ibu pelaku.  

Pada saat itu tangan tersangka terkena tangan target yang menyebabkan luka dan kesakitan. Lantas tersangka memukul korban dalam kepala bagian pelipis, saat itu pula korban terjungkal dan tersungkur bersamaan dengan keluar darah sebab pelipis serta mulutnya.

“Menurut keterangan, simpulan ada permasalahan dengan kepastian hubungan suami-istri antara korban dengan ibu tersangka, ” imbuh Kapolres Arief Kapolres didampingi Kasatreskrim AKP Bayu Febrianto Prayoga.

Atas perbuatannya terhadap takmir masjid di Desa Serah Gresik itu, D dijerat dengan urusan 351 ayat 3 tentang penganiayaan yang mengakibatkan kematian. Dengan ancaman hukumannya penjara paling lama tujuh tahun. (*)