Tingkat Perceraian di Pagaralam Turun, Meja hijau Agama Catat 366 Perkara

Tingkat Perceraian di Pagaralam Turun, Meja hijau Agama Catat 366 Perkara

TIMESINDONESIA, PAGARALAM – Memasuki penghujung tahun 2020, Kantor Pengadilan Agama Klas II Kota Pagaralam mencatat sebanyak 366 perkara perceraian. Angka ini menjalani penurunan bila dibandingkan di tahun 2019 lalu, yang mencapai 395 perkara.

“Di Desember 2020 ini, kita mencatat total keseluruhan ada 366 perkara yang masuk, dengan rincian untuk perkara dengan klasifikasi tentang gugatan, jumlahnya sebanyak 251 pasal, ” ujar Kepala Pengadilan Agama Klas II Pagaralam Febrizal Lubis SH MH. dihubungi Rabu 9/12)

Sedangkan untuk perkara, dengan klasifikasi mengenai permohonan kata Febrizal, ada sebesar 115 perkara. Tentu saja, angka perkara gugatan pada 2020, bisa dibilang sedikit mengalami penurunan sekira 29 perkara dibandingkan pada 2019 yang mencapai 395 perkara.

“Perakara dengan kita catat ini, bukan seluruhnya kasus perceraian, melainkan perkara terdiri dari cerai guat, cerai talak, izin poligami, penetapan waris, wali adhol, dispensasi nikah, Istbath Pertalian dan pengangkatan anak, ” jelasnya.

Mengenai penyebab kaum wanita melayangkan gugatan, kata Febrizal, di antaranya lebih karena mengalami faktor kekerasan dalam dalam famili. Faktor lainnya, laksana kurangnya nafkah yang diberikan sebab suami juga menjadi salah mulia alasan para kaum wanita itu.

Tak hanya itu, faktor nikah siri di luar sepengetahuan pasangan ataupun poligami dan poliandri juga menjelma alasan retaknya famili mereka.

“Ada pula karena adanya pernikahan kedua, minus sepengetahuan dan seizin isteri, tersedia pula Kekerasan Dalam Rumah Tangga (KDRT) dan juga karena adanya penyakit, ” bebernya.

Kendati begitu sambung Febrizal, yang paling banyak ialah tidak adanya komunikasi  yang sesuai dalam pasangan, sehingga menyebabkan sifat yang menyimpang, seperti terjadinya pengkhianatan.

“Ya, karena tindakan penelantaran, pisah panti dan sudah tidak saling menunaikan kewajiban lagi lebih dari enam bulan lamanya, ” pungkasnya terkait perkara perceraian di Kota Pagaralam. (*)