Saffron, Bumbu Dapur Mahal ini Apakah ada Manfaatnya?

Saffron, Bumbu Dapur Mahal ini Apakah ada Manfaatnya?

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Saffron dikenal sebagai bumbu dapur termahal didunia. Saat ini harganya berkisar sampai 80 juta perkilonya. Tetapi, terlepas dari  harga  saffron yang mahal, tanaman ini mempunyai khasiat yang dapat berguna bagi kesehatan tubuh kita.

Untuk memperoleh 1 ons saffron dibutuhkan 1000 bunga, & 1 bunga hanya memproduksi 3 benang sari, ditambah bunganya cuma mekar selama satu minggu perut kali setahun dan harus dipanen ketika masih pagi. Untuk men 1 kilo saffron dibutuhkan 600 jam kerja. Bayangkan!.

Nah dilansir dari Alodokter berikut ragam manfaat saffron untuk kesehatan tubuh kita.

1. Membantu menyandarkan berat badan

Sebuah studi menunjukkan bahwa wanita yangg mengkonsumsi saffron bisa menurunkan berat badan secara istimewa dibandingkan wanita yang tidak mengkonsumsinya. Saffron juga ditengarai dapat menurunkan kadar lemak dalam darah pada pasien jantung dan menurunkan lingkar perut.

2. Meringankan nyeri haid

Perempuan akan berubah naik turun moodnya masa mendekati waktu datang bulan. Zona inilah yang disebut dengan PMS (Pre-Menstrual Syndrome). Dari sebuah studi menunjukkan wanita yang mengkonsumsi saffron akan lebih tenang dan bertambah mudah mengatur mood. Maka dibanding itu, saffron juga bisa digunakan sebagai obat anti depresi & mood booster .

3. Anti radikal bebas

Saffron mengandung bervariasi komponen antioksidan, sehingga dapat melindungi sel-sel tubuh dari kerusakan kelanjutan radikal bebas. Seperti telah kita ketahui, radikal bebas dapat menjadikan berbagai penyakit kronis, termasuk keburukan jantung dan kanker.

4. Memperkuat gaya ingat

Mengkonsumsi 2 gelas teh saffron sehari dapat meningkatkan fungsi gaya ingat secara signifikan. Hal tersebut akan berguna bagi pasien penderita Alzheimers.

Nah, bermanfaat bukan? Secara umum saffron, bumbu dapur mahal itu sangat aman dikonsumsi, namun tanpa sampai berlebihan. Karena segala objek yang berlebihan itu buruk. Jika ingin mengonsumsinya berdampingan dengan obat, baiknya anda konsultasikan terlebih awal dengan dokter anda. (*)