Rilis PRC: Elektabilitas Faida dan Hendy di Pilbup Jember Beda Sedikit, Salam Jauh di Bawah

Rilis PRC: Elektabilitas Faida dan Hendy di Pilbup Jember Beda Sedikit, Salam Jauh di Bawah

TIMESINDONESIA, JEMBER – Jelang Pilbup Jember, Institusi survei Politika Research & Consulting (PRC) adakan pemparan rilis buatan survei Menyambut Pemimpin Jember (2021-2025) pada Sabtu, (5/12/2020) di May Way Caffe, Jember.

Acara tersebut merupakan pemaparan hasil survei opini umum yang diadakan PRC mulai di 26 November – 2 Desember 2020 dengan memakai margin of error 4, 5% dari responden 500 orang.

Direktur PRC, Rio Prayogo memelopori dan membuka proses presentasi dengan menyatakan bahwa rilis ini bukan bermaksud membangun opini atau membina distortif.

Namun rilis ini berdasarkan daripada hasil riset yang riil.

“Kami sajikan seadanya, kami tidak mengubah keterangan 0, 1% pun, ” tuturnya.

Rio juga menambahkan bahwa iktikad penelitian ini adalah satu upaya buat edukasi kepada publik. Sebab inspeksi dilakukan secara ilmiah.

“Jika ada akademisi atau orang yang menekuni dunia statistik, kami sudah sediakan berkas untuk dianalisis dan dicek, ” tambahnya.

Sementara itu, Arif Priyo Wicaksono, Manager Program PRC mengungkapkan kalau riset ini bukan hendak memasang elektabilitas satu calon, sebab menurutnya PRC tidak ada keberpihakan.

“Data tersebut adalah riil, dan kami olah dengan metodologi statistik dan pengkajian ilmiah yang baik, ” jelasnya.

Tak hanya itu, Direktur Riset PRC, Miftahul Munir juga mengatakan kalau hasil survei PRC menunjukkan kalau Pilbup Kabupaten Jember 2020 kelak akan berlangsung ketat.

Pihaknya melakukan tes elektabilitas dengan mengajukan dua pertanyaan kunci.

“Pertama top of mind dan ke-2 closed option . Hasilnya Pilbup Jember akan berlaku ketat, dan peluang lahirnya atasan baru Jember sangat terbuka, ” katanya.

Menyitir data yang dipaparkan, bahwa uji pertanyaan terbuka, elektabilitas (top of mind) petahana dr. Faida-Dwi Arya Nugraha Oktavianto (Faida-Vian) memperoleh suara 31, 8 persen.

Hendy Siswanto-KH M. Balya Firjaun Barlaman (Hendy-Gus Firjaun) mendapatkan 30, 4 komisi.

Belakang, kandidat dengan nomor urut 3, Abdussalam-Ifan Ariadna Wijaya (Salam-Ifan) hanya memperoleh 11, 4 persen. Sisanya (26, 4 persen) responden sedang belum atau tidak menentukan opsi.

Responden yang menyatakan Tidak Tahu atau Tidak Menjawab (TT/TM) terbagi menjadi dua kategori besar.

Sementara itu, elektabilitas pasangan calon Pilbup Jember dengan pertanyaan tertutup (closed option) pula menunjukkan hasil yang ketat.

Pasangan Faida-Vian mendapatkan

35, 6 persen, diikuti sebab pasangan Hendy-Gus Firjaun dengan 35, 2 persen.

Terakhir pasangan Salam-Ifan secara 12, 6 persen. Ada 16, 6 persen responden yang masih belum atau tidak menentukan alternatif.

Pada pertanyaan lanjutan, terkait dengan kemantapan pilihan terhadap pasangan calon, masukan menunjukkan masih besar kemungkinan responden mengubah pilihannya.

Ada 34, 6 tip responden yang menyatakan masih jadi berubah pilihannya. Namun juga ada 55, 2 persen yang membuktikan pilihannya sudah tetap atau mantap.

Namun, Arif mengatakan bahwa kunci kemenangan terletak pada kemampuan masing-masing pasangan calon untuk memobilisasi pemilih ke Tempat Pemungutan Suara (TPS), & kemampuan untuk meyakinkan swing voters dan undecided voters untuk memilih.

“Kemenangan ditentukan sebab kemampuan tim sukses masing-masing bagian calon membangun narasi isu dalam kategori pemilih non-militan agar pasti bersamanya hingga hari pencoblosan Pilbup Jember. Kunci selanjutnya adalah kemahiran masing-masing tim sukses memobilisir kawula pendukung ke TPS, ” pungkasnya. (*)