Ngopi Pagi: Kail

ngopi-pagi-kail-1

TIMESINDONESIA, MALANG – BANYAK karakter yang bilang, berilah kailnya dan jangan ikannya saudara ngopi pagi. Artinya jika memberikan sesuatu kepada orang lain itu, berikanlah dengan mampu membuat penerima sedia berusaha meningkatkan nilainya. Dengan demikian ada upaya untuk membuat apa yang diterima itu menjadi lebih bagus. Ini beda dengan memberi ikan, dimana penerima tidak perlu melakukan apa apa. Apalagi jika ikannya sudah matang, berarti tinggal mengkonsumsinya saja.

Begitulah perumpaan di Bahasa yang sederhana, mau tetapi lebih mengena. Menyerahkan sesuatu yang dapat merangsang orang lain menjadi bertambah kreatif dan inovatif, bakal dapat menjadi stimulus di setiap orang untuk terus berusaha tanpa kenal Lelah. Kejadian lain dengan pola itu, akan menjadikan manusia lebih produktif, sehingga menghasilkan segalanya yang lebih bermanfaat.

Peristiwa yang kedua, saat kita menggunakan perumpamaan kail tersebut pasti dengan pengharapan bakal mendapatkan sesuatu yang lebih besar. Kenapa demikian, tak mungkin kail dan korban itu bentuknya lebih gede daripada ikan yang ditangkap. Artinya dengan kail dan umpan, orang berharap memperoleh sesuatu yang dapat memajukan harkat dan martabat hidupnya.

Dengan demikian, perumpamaan kail dan ikan adalah Gaya dari sebuah optimisme di dalam mengarungi kehidupan ini. Bila kita mau mencoba, insyaallah akan bisa. Begitu selalu, siapa saja yang suka berbuat, maka aka intonasi yang didapat.

Optimisme dengan dibangun dalam diri manusia, disamping menghasilkan pengharapan di satu sisi, akan memajukan keyakinan dan semangat untuk berbuat di sisi yang lain. Bahwa kodrat manusia, kalau ingin mendapatkan sesuatu tersebut harus melalui sebuah cara. Al insanu bittahyir wallahu bittaqdir. Manusia itu hakekatnya berusaha, dan Allah jualah yang akan menentukan lulus tidaknya sebuah usaha dengan dilakukan. Oleh karena itu, jika usaha sudah dikerjakan secara optimal, maka memohonlah kepada Allah swt supaya hasilnya sebagaimana yang diinginkan. Hal selanjutnya, kembalikanlah semua kepada Allah swt. Syarat Allah swt: barang siapa yang bertawaqqal kepada Tuhan swt., maka Allah swt akan memenuhi segala kebutuhannya. Bagaimana dengan sahabat ngopi pagi semua?

* ) Penulis  Noor Shodiq Askandar  merupakan Ketua PW LP Maarif NU Jatim dan Pengantara Rektor 2 Unisma.

*)Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjadi bagian tanggungjawab redaksi  timesindonesia. co. id

_______
**)   Kopi TIMES atau  rubik opini di TIMES Indonesia  terbuka untuk umum. Panjang naskah maksimal 4. 000 karakter atau sekitar 600 kata. Sertakan riwayat hidup singkat beserta Foto muncul dan nomor telepon yang bisa dihubungi.

**)   Naskah dikirim ke alamat e-mail:   [email protected] co. id