Merdeka Belajar di Era Pandemi Covid-19

Merdeka Belajar di Era Pandemi Covid-19

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Merdeka Belajar merupakan program kebijakan baru Kementerian Pelajaran dan Kebudayaan Republik Indonesia (Kemendikbud RI) yang dicanangkan oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan RI Kabinet Indonesia Maju, Nadiem Makariem.

Proses pembelajaran harus didahului oleh para tutor sebelum mereka mengajarkannya pada siswa-siswi, dalam kompetensi guru di golongan apa pun, tanpa ada metode penerjemahan dari kompetensi dasar serta kurikulum yang ada, maka tak akan pernah ada pembelajaran yang terjadi.  

Pada tahun mendatang, sistem pengajaran juga akan berubah dibanding yang awalnya bernuansa di dalam kelas menjadi di luar kelas. Nuansa pembelajaran akan lebih sejuk, karena murid dapat berdiskusi bertambah dengan guru, belajar dengan outing class, dan tidak hanya mengindahkan penjelasan guru, tetapi lebih membentuk karakter peserta didik yang bahadur, mandiri, cerdik dalam bergaul, beradab, sopan, berkompetensi, dan tidak cuma mengandalkan sistem ranking yang patuh beberapa survei hanya meresahkan budak dan orang tua saja, karena sebenarnya setiap anak memiliki fitrah dan kecerdasannya dalam bidang per. Nantinya, akan terbentuk para siswi yang siap kerja dan kompeten, serta berbudi luhur di dunia masyarakat.  

Akan tetapi di pusat covid 19 semua sektor menjalani ketidak stabilan, tidak terkecuali zona pendidikan, di era pandemi era ini merdeka belajar yang telah di bangun sepertinya kurang optimal sehingga para pendidik ekstra membengkil dalam rangka memerdekaan sebuah pembelajaran,   Merebaknya pandemi covid-19 membina kita semua kesulitan, sehingga kita memulai pembelajaran melalui teknologi dengan cara unik dengan metode pembelajaran jarak jauh atau PJJ dalam sistem jaringan atau daring. Sekalipun terpaksa hal ini membuat roda inovasi menjadi lebih cepat. Aku akui pembelajaran online ini menghasilkan kita sulit tetapi menjadikan kita lebih terbuka. Yakni para karakter tua murid mencoba coba mengambil aplikasi baru.

Di sini terjadi inovasi, namun lebih dari itu timbul suasana unik baru khususnya kiai dengan orang tua dan pengampu dengan guru, suasana unik baru yang dimaksudkan yaitu terjalin salin pengertian bahwa guru menyadari pentingnya peran orang tua berkontribusi menyukseskan pendidikan anak. Selain itu, orang tua menjadi sadar betapa sesungguhnya tugas guru dalam mendidik bujang anak mereka tidaklah mudah. merdeka Belajat akan sulit di laksanakan tanpa teknologi, melihat kondisi dengan beberapa bulan belakangan ini lupa satu solusi dalam rangka memacu aktivitas belajar yaitu dengan contoh daring.  

Di satu sisi saya melihat ketimpangan atau sebuah perkara baru ketika beberapa bulan akhirnya ini dengan memggunakan model daring yaitu dengan kita memperhatikan sisi geografis, daerah-daerah yang tidak mempunyai dukungan jaringan ini jelas sahih sangat sulit untuk kemudian dijalankan dengan menggunakan daring, guru kudu memutar otak agar proses pekerjaan belajar dapat berjalan tetapi lestari memperhatikan protokol kesehatan masalah lain juga menyusul memperhatikan sisi ekonomi.

Siswa dan guru dihadapkan sebuah urusan terkait paket data dalam pelaksanaan model daring ini memang bantuan dari pemerintah juga ada tetapi tidak terasa cukup apalagi pelaksanaan daring ini sudah beberapa kamar berjalan sehingga masing-masing para anak dan guru, para siswa dengan tidak memiliki dukungan daring seperti Handphone dan Laptop namun kudu tetap berupaya untuk mengikuti ragam daring tersebut, dan masih penuh lagi masalah-masalah lain memang betul kompleks dilihat dari berbagai bagian mulai dari sisi kesehatan, geografis, sosial, budaya, ekonomi dan pendidikan itu sendiri.

Melihat fenomena yang terjadi di masa pandemi covid -19 kita harus tetap optimis pada menjalaninya sehingga merdeka belajar dengan dimaksud menteri pendidikan tetap bisa dioptimalkan.

***

*)Oleh: Monovatra P Rezky, S. Pd., M. Pd, Wakasek kurikulum SMPN 2 OHEO, Konut.

*) Tulisan Opini ini sepenuhnya adalah tanggungjawab penulis, tidak menjelma bagian tanggungjawab redaksi timesindonesia. co. id

*) Kopi TIMES atau rubrik opini di TIMES Indonesia terkuak untuk umum. Panjang naskah suntuk 4. 000 karakter atau kira-kira 600 kata. Sertakan riwayat tumbuh singkat beserta Foto diri serta nomor telepon yang bisa dihubungi.

*) Naskah dikirim ke alamat e-mail: [email protected] co. id

*) Redaksi berhak tidak menayangkan opini yang dikirim.