Menkes, Kasad dan Kepala BPOM Tandatangani Nota Kesepahaman Pengkajian

menkes-kasad-dan-kepala-bpom-tandatangani-nota-kesepahaman-penelitian-2

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Menkes RI (Menteri Kesehatan RI) Budi Gunadi Sadikin, KASAD Jenderal TNI Andika Perkasa dan Besar Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) Penny K. Lukito menandatangani Nota Kesepahaman Penelitian Berbasis Pelayanan Memakai Sel Dendritik untuk Memajukan Imunitas Terhadap Virus SARS-CoV-2 pada Senin (19/04/2021) kemarin di Markas Besar TNI AD, Jakarta.

Penandatanganan itu disaksikan oleh Menteri Pemimpin Bidang Pembangunan Manusia serta Kebudayaan RI Muhadjir Effendy.

Kasad Jenderal TNI Andika Jantan melakukan penandatanganan nota kesepahaman antara TNI AD secara Kemenkes dan BPOM disaksikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Facebook TNI AD)

Pengkajian yang akan dilakukan pada Rumah Sakit Pusat Legiun Darat (RSPAD) Gatot Soebroto ini selain mempedomani peraturan penelitian sesuai dengan keyakinan peraturan perundangan, juga bersifat autologus yang hanya dipergunakan untuk diri pasien sendiri sehingga tidak dapat dikomersialkan dan tidak diperlukan persetujuan izin edar.

Menkes Budi Gunadi Sadikin melakukan penandatanganan bon kesepahaman antara TNI AD dengan Kemenkes dan BPOM disaksikan oleh Menko PMK Muhadjir Effendy. (Foto: Facebook TNI AD)

Penelitian ini bukan merupakan kelanjutan dari Uji Klinis Adaptif Fase 1 Vaksin yang Berasal dari Organ Dendritik Autolog yang Sebelumnya Diinkubasi dengan Spike Protein Severe Acute Respiratory Syndrome Corona Virus-2 (SARS-CoV-2) dalam Subjek yang Tidak Terinfeksi Covid-19 dan Tidak Ada Antibodi Anti SARS-CoV-2, karena Uji Klinis Fase satu yang sering disebut bervariasi kalangan sebagai program Vaksin Nusantara ini masih harus merespon beberapa temuan BPOM yang bersifat Critical & Major. (*)