Menikmati Cita Rasa Kue Tapel, Kuliner Jadul Khas Cirebon

Menikmati Cita Rasa Kue Tapel, Kuliner Jadul Khas Cirebon

TIMESINDONESIA, CIREBON – Jika mengunjungi Tanah air Cirebon, rasanya tidak lengkap jikalau tidak singgah dan membawa buah tangan kuliner jadul Kue Tapel untuk keluarga di rumah.

Panganan rendah satu ini, tampaknya cukup sulit dicari namun begitu banyak peminatnya. Kue Tapel adalah kuliner jadul khas Kota Cirebon.

Sebut saja Mba Lena pemilik sekaligus pembuat Kue Tapel. Dia mengatakan, kedainya tersebut menjual Kue Tapel pertama dalam Kota Cirebon.

Berawal dari sang aki yang bernama Rokila membuka jalan Kue Tapel hanya dari kediamannya saja. Kemudian usahanya ini dilanjutkan oleh Ratini yaitu anak Pokok Rokila membuka kios di Ulama Pagongan, Kota Cirebon.

Cara pembuatan kue ini mirip dengan membuat kerak telor Jakarta, dengan berbahan pokok tepung beras, parutan kelapa, ketan, pisang, dan gula merah. 1 tersebut dimasukkan ke dalam kawah wajan secara bertahap, kemudian pelajaran tersebut dicetak dengan suhu sinar sedang.

Menariknya setiap proses pembuatan Kue Tapel tidak menggunakan minyak goreng dan gas, tetapi masih menggunakan kayu bakar.

Meski sudah memasuki tingkatan ke tiga, untuk meratakan setiap bahan di atas kuali, Mba Lena tetap menggunakan daun pandan dan batok kelapa.

“Ini Kue Tapel asli Cirebon, saya jualan telah generasi ke 3 sejak aki, ibu hingga kini diteruskan sebab saya sendiri, ” kata Lengah, Minggu (15/11/2020).

Dia mengatakan, Kue Tapel juga belakangan banyak dijumpai dalam daerah lain. Seperti di Kabupaten Indramayu bernama Kue Lindri. Tengah Kue Tapel di Tegal, mengadopsi Kue Tapel Cirebon.

Dalam sehari Lengah bisa menghabiskan dua kilo adukan tepung beras kelapa, sepuluh mengamuk gula merah, dan lima sisir pisang. Untuk pisang yang digunakan, ada dua jenis yaitu pisang saba dan pisang raja.

Dia menjelaskan, dua jenis pisang ini dipilih karena tekstur dan rasanya yang manis, menambah cita rasa Kue Tapel dengan gula merahnya.

Kue Tapel buatannya hingga kini masih diminati oleh wisatawan luar daerah bagaikan Jakarta dan Bandung. Sofyan konsumen asal Jakarta berkunjung ke Praja Cirebon mengaku membeli  kuliner jadul  khas Kota Cirebon ini karena penasaran dengan rasanya. “Kalo menentang di media masa pembuatannya itu masih pake kayu bakar, dan liat reviewnya katanya enak jadi tertarik buat coba kuenya, ” kata Sofyan.   (*)