Kwarda Pramuka Jatim: Persemi Menjawab Keluhan Orangtua

TIMESINDONESIA, JEMBER – Kwartir Kota (Kwarda) Gerakan Pramuka Jawa Timur menggelar Perkemahan Sehat Era Pandemi (Persemi) yg menjadi model pertama gerakan Pramuka dengan mengacu pada protokol kesehatan. Ketua Kwarda Pramuka Jatim, HM Arum Sabil menyebut, inisiasi dri Persemi berangkat dari keresahan para orang tua atas situasi pendidikan saat terkait.  

“Kami banyak mendengarkan keresahan para orangtua atas dampak proses pendidikan pada masa pandemi ini. Salah satunya terbentuknya karakter negatif serta terancamnya kesehatan anda, ” tutur HM Arum Sabil saat memberikan sambutan di acara pembukaan Persemi pada Sabtu (28/3/2021) malam.

Turut hadir dalam pembukaan tersebut antara lain Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Bupati Jember, Hendy Siswanto.  

Merebaknya aneka aplikasi di press sosial saat ini, menurut Arum terkadang membawa dampak negatif.

Belum lagi, anak muda yang terlalu lekat dengan gadget membuat mereka kurang banyak berinteraksi dengan alam sekitar.  

“Manusia tidak bisa hidup regular jika terpisah dari alam. Kesehatan jiwa raga anak-anak muda kita adalah masa depan bangsa, ” tutur Arum.  

Di hadapan Gubernur Khofifah yang juga Ketua Majelis Pembina Kota (Mabinda) Pramuka Jatim, Arum menyampaikan rasa terima kasihnya atas dukungan semua pihak.

Tanpa dukungan seluruh pengurus dan anggota, sulit untuk Kwarda Pramuka untuk dapat menggelar Persemi seperti saat ini.  

“Rasanya, tak mampu kami berkata-kata arah kesediaan ibu untuk datang pada acara malam ini. Panitia, dan semua pihak yang telah meluangkan waktu hingga terselenggaranya acara Persemi ini, kami sampaikan terima kasih, ” tutur Arum.  

Arum menjelaskan, atas arahan dari Satgas Covid-19 Jember, peserta Persemi dibatasi hingga maksimal 200 orang.

Protokol kesehatan seperti mencuci tangan, memakai masker serta menjaga jarak menjadi perhatian utama dari penyelenggara Persemi ini.

Luas lahan Bumi Perkemahan City Forest dinilai amat memungkinkan atas pelaksanaan prokes jaga jarak.  

“Wabah Covid-19 telah mengubah banyak hal dalam kehidupan manusia, sehingga kita harus bijak untuk beradaptasi oleh kondisi baru tersebut, ” tutur Arum.  

Kepada seluruh anggota Pramuka Jatim, Arum juga menyampaikan titah dari Ketua Kwartir Nasional (Kwarnas) Pramuka, Budi Waseso yang meminta agar Pramuka terus menghadirkan kegiatan yg produktif bagi masyarakat.  

“Ini juga sesuai pesan dari Ketua Mabinda, Kakak Khofifah bahwa dalam setiap kesempatan agar keluarga besar Pramuka di Jatim, harus memberi manfaat bagi masyarakat dan mengisi ruang kosong antara sekolah dan rumah bagi anak-anak, ” tegas Arum.  

Kesuksesan penyelenggaraan Persemi ini nantinya maka akan menjadi model bagi berbagai kegiatan Pramuka di Jatim. Salah satunya seperti Jambore cabang 

“Semoga Persemi terkait bisa menjadi model berinteraksi di masa adaptasi kenormalan baru. Setiap orang diharuskan menjalani takdirnya, tetapi ikhtiar adalah kewajiban, ” pungkas Arum. (*)