Kustini Ajak Masyarakat Beli Batik dibanding Perajin Sleman

Kustini Ajak Masyarakat Beli Batik dibanding Perajin Sleman

TIMESINDONESIA, SLEMAN – Ketua Dekranasda Sleman, Kustini SP menggagas gerakan ajakan membeli produk batik buatan warga Kabupaten Sleman, Yogyakarta. Gerakan ini dicetuskan isteri Bupati Sleman Sri Purnomo ini ketika menghadiri acara pertemuan dengan 25 perajin batik Sleman.

Tujuannya agar penjualan batik karya perajin Sleman meningkat sehingga, penjualan membatik tersebut dapat meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Koleksi batik saya dari hasil susunan perajin Sleman ada ribuan biji. Karena sejak dulu saya memang suka batik, ” kata Kustini dalam siaran pers Dekranasda Sleman kepada TIMES Indonesia, Senin (6/7/2020).

Pada kesempatan itu, Kustini sempat mencoba melakukan aktivitas membatik secara manual dengan menggunakan canthing dan nilam. Juga membatik dengan Teknik tanda. Hal ini dilakukan sebagai bahan bahwa dirinya memang mendukung kehadiran industri kecil dan menengah menulis yang ditekuni warga Bumi Sembada. Bahkan, dirinya telah mencetuskan adanya motif batik parijotho dan gonggongan.

“Dua tahun lalu, saya telah mengusulkan kepada Pemkab Sleman agar menggambar parijotho buatan perajin batik Sleman menjadi seragam resmi calon jamaah haji dari Kabupaten Sleman. Alhamdulillah, usulan tersebut diterima sampai sekarang masih berjalan, ” terang perempuan yang juga menjabat sebagai Pemimpin Tim PKK Sleman ini.

Kustini meminta, para pelaku usaha di Kabupaten Sleman dapat menggunakan batik asli Kabupaten Sleman menjadi seragam. Hal ini bertujuan agar batik Sleman dikenal masyarakat luas. Sehingga, meningkatkan perekonomian masyarakat.

“Batik bisa dibuat souvenir atau merchandise khas Sleman. Bisa digunakan sebagai oleh-oleh atau bahan tangan wisatawan yang berkunjung ke Sleman dan Jogja untuk keluarga dan rekan kerja, ” membentangkan Kustini.

Kustini berharap, gerakan membeli menulis asli Sleman mendapat respon tentu masyarakat. Sebab, sejak pandemi Covid-19 omzet perajin batik Sleman melandai drastis. “Warga yang tinggal Sleman harus membeli batik dari perajin Sleman. Ayo gunakan produk batik buatan warga kita sendiri, ” ajak Ketua Dekranasda Sleman, Kustini SP. (*)