Kemendagri Bentuk Tim Monitoring Pemantauan Pilkada di 32 Provinsi

Kemendagri Bentuk Tim Monitoring Pemantauan Pilkada di 32 Provinsi

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri) bekerja untuk memberikan dukungan dan fasilitasi terhadap penyelenggara Pemilihan Kepala Kawasan (Pilkada). Dalam 9 bulan terakhir ini, Kemendagri bersinergi bersama stakeholder terkait untuk menyiapkan berbagai regulasi, data kependudukan, data keuangan, had berkaitan dengan dukungan teknis di lapangan.

Direktur Jenderal (Dirjen) Otonomi Wilayah (Otda) Kemendagri, Akmal Malik mengutarakan, sebagai salah satu dukungan lainnya, Kemendagri juga membentuk tim monitoring dan melakukan pemantauan ke 32 provinsi, yang dibentuk menjadi 4 tim, yakni sebagai berikut:

Pertama, awak monitoring anggaran yang dikoordinir oleh Dirjen Bina Keuangan Daerah serta Itjen Kemendagri. “Tim ini bertugas untuk memastikan bahwasanya pembiayaan dan realisasi anggaran di APBD per daerah berjalan baik, ” sekapur Akmal dalam keterangan resminya, Sabtu (12/12/2020).

Kedua, tim yang membantu penyiapan data kependudukan yang dipimpin sebab Dirjen Kependudukan dan Pencatatan Biasa Kemendagri.

“Tim ini membantu menyiapkan masukan kependudukan atau melakukan perekaman bagi warga yang belum sempat melangsungkan perekaman sebagai syarat melaksanakan Pilkada, ” ujarnya.

Ketiga, tim pemantauan terhadap Kota/Kabupaten yang akan melaksanakan Pilkades. “Ini penting, karena kita sedang berada pada posisi pandemi Covid-19, kita menginginkan pelaksanaan pilkada dengan protokol kesehatan bisa direplikasi di pelaksanaan Pilkades, ” imbuhnya.

Keempat, tim pemantau Pilkada yang bekerja dalam bawah koordinasi Dirjen Otonomi Wilayah Kemendagri. “Kita bergerak ke 32 provinsi, masing-masing provinsi ada dengan personilnya 2 atau 3 karakter, tugasnya adalah memastikan bahwasanya segenap tahapan Pilkada berjalan dengan indah sesuai dengan protokol kesehatan yang disepakati bersama, ” jelas Akmal.

Akmal juga menegaskan, pihaknya memastikan petugas yang diterjunkan ke lapangan bersemangat netral. “Tim melaksanakan tugasnya secara netral dan profesional, dan sekali lagi Dirjen Otda bertanggung pikiran untuk memastikan apabila ada aparat yang tidak netral, kami bakal klarifikasi dan investigasi terkait kejadian ini, ” pungkas Dirjen Otda Kemendagri, Akmal.   (*)