Kemenag RI Mojokerto: Jadikan Klaster Gontor Sebagai Pelajaran

Kemenag RI Mojokerto: Jadikan Klaster Gontor Sebagai Pelajaran

TIMESINDONESIA, MOJOKERTO – Pondok Modern Darussalam Gontor 2 menjadi klaster Covid-19 di Kabupaten Ponorogo. Berkaca dari hal itu, Kemenag RI Kabupaten Mojokerto meminta kepada semua pondok di wilayahnya biar hal itu dijadikan sebagai pengajian.

Kemenag Mojokerto meminta kepada semua pengelola Pondok Pesantren di Mojokerto buat konsisten dan sungguh-sungguh menerapkan metode protokol kesehatan yang telah diarahkan oleh pemerintah daerah ataupun sentral.

“Intinya kami sosialisasikan. Selebihnya wewenang pengasuh. Yang tidak kalah pentingnya disarankan untuk koordinasi dengan Gugus Suruhan Covid-19 dan Puskesmas Kecamatan masing-masing, ” kata Kepala Kemenag Mojokerto, Barozi kepada TIMES Indonesia, Jumat (17/7/2020).

Sebagai informasi, pada Kamis (16/7/2020), ada 15 santri Pondok Gontor yang terkonfirmasi positif Covid-19. Tersebut menjadi penambahan kasus tertinggi di Pondok Gontor. Sebelumnya, rekor tertinggi penambahan kasus klaster Pondok Gontor adalah 11 orang.

Masifnya kasus nyata Covid-19 tersebut, Pondok Gontor bakal mendatangkan mesin PCR untuk menjajaki seluruh santri yang berkontak baik dengan pasien positif. Rencananya Jambar Gontor akan bekerjasama dengan salah satu rumah sakit di Ponorogo buat mengoperasikan mesin tersebut.

Tak lupa, Jambar Gontor Ponorogo bakal memperketat implementasi protokol kesehatan. Mereka juga sudah menyediakan gedung  khusus untuk isolasi santri dan pengurus pondok yang terindikasi Covid-19.

“Mudah-mudahan semua baik-baik sekadar dan sehat selalu, ” perkataan Kepala Kemenag  RI wilayah Kabupaten Mojokerto. (*)