Jawatan Kesehatan Bontang Imbau Masyarakat Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Gemuk

Jawatan Kesehatan Bontang Imbau Masyarakat Batasi Konsumsi Gula, Garam, dan Gemuk

TIMESINDONESIA, BONTANG – Dinkes Kota Bontang meminta masyarakat selalu mewaspadai pasal Hipertensi dan Diabetes. Dua aib ini menjadi momok bagi masyarakat Bontang. Keduanya bahkan masuk di dalam jenis penyakit tidak menular dengan jumlah penderita banyak.

Kepala Dinkes Kota Bontang dr Bahauddin mengatakan di dalam tahun lalu jumlah kunjungan pasien penderita hipertensi mencapai 13. 648. Sementara penderita diabetes yang mengunjungi fasilitas kesehatan untuk diperiksa sebab tenaga medis sejumlah 4. 318.

“Ini penyakit satu rumpun. Jadi tidak menutup kemungkinan manusia bisa terkena semua. Muaranya ialah jantung & stroke, ” kata Bahauddin, Minggu (29/11/2020).  

Oleh sebab itu, penting warga Kota Taman memperhatikan perangai hidup. Khususnya dalam pola penggunaan makanan yang masuk ke awak. Ketika usia memasuki usia 35 tahun ke atas.

“Jangan asal enak lalu dimakan semua tanpa mengindahkan dampak yang terjadi, ” ucapnya.

Dia menganjurkan untuk membatasi garam, gula, dan lemak. Tujuannya untuk menghindari berbagai penyakit tidak menular pada atas. Takaran gula maksimal 4 sendok makan atau setara 54 gram per harinya. Sementara garam paling banyak satu sendok teh dan lemak atau minyak lima sendok makan.

Sesuai anjuran Kementerian Kesehatan supaya mengurangi konsumsi makanan atau minuman dengan kadar gula, garam, dan lemak tinggi.

Selain itu Dinkes Kota Bontang mengimbau untuk bertambah baik mengonsumsi buah dan daun sebagai cemilan dan jangan menaikkan garam atau kecap pada makanan yang telah tersaji. Serta membakar dengan langkah direbus, dikukus, atau dipanggang. (*)