Gus Hans: Tolak RUU HIP Jangan Digiring Benci Parpol Tertentu

Gus Hans: Tolak RUU HIP Jangan Digiring Benci Parpol Tertentu

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Selasa (7/7/2020) pagi itu mulai pukul 09. 00 WIB, Gerakan Umat Islam Tolak Komunis (Gamis) berencana menggelar tabligh akbar dan apel siaga menolak RUU Haluan Ideologi Pancasila (RUU HIP) di depan Gedung DPRD Jatim, Jalan Indrapura, Surabaya.

Dikonfirmasi terkait program aksi tersebut, pihak Polda Jatim menyebut sudah ada izin dan telah dilakukan sejumlah antisipasi perlindungan.

“Sudah (berizin) dan sudah kita siapkan antisipasi, ” kata Kabid Humas Polda Jatim Kombes Pol Trunoyudo Wisnu Andiko di sela mengikuti Rakor analisa dan evaluasi penanganan Covid-19 di wilayah Sidoarjo dan Gresik di Mapolda Jatim, Senin (6/7/2020) malam.

Di sisi lain, tokoh muda Nahdlatul Ulama (NU), Zahrul Azhar Asumta alias Gus Hans berharap tabligh dan apel waspada tersebut tetap mengedepankan semangat buat menjaga kondusifitas Jatim.

“Terutama Surabaya dengan masih dalam kondisi zona abang Covid-19. Jangan sampai menimbulkan klaster-klaster baru, ” katanya.

Merujuk data Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 dalam Jatim, jumlah positif Corona dalam Surabaya masih tinggi mencapai enam. 517 kasus. Rinciannya 3. 006 sembuh, 2. 986 dirawat, dan 525 meninggal.

Selain antisipasi penyebaran Covid-19, lanjut Gus Hans, urusan komunisme maupun anti-Pancasila adalah masalah gede dan menjadi masalah bersama. “Jangan direduksi dengan isu-isu kepentingan politik praktis dan juga rezim, ” ujarnya.

Gus Han mengatakan, kalau datang dicampur dengan permasalahan rezim & kebencian terhadap Parpol tertentu, malah akan mereduksi permasalahan besar yaitu komunisme dan paham anti-Pancasila.

Komunis Perkara Bersama

Bukankah alasan para penolak RUU HIP — yang sekarang judul redaksinya diusulkan menjadi RUU Pembinaan Ideologi Pancasila (RUU PIP) — untuk menjaga Pancasila dari komunisme?

“Makanya kita memiliki semangat yang setara, tetapi jangan direduksi atau dicampur dengan isu-isu politik praktis tertentu, kebencian terhadap rezim dan Parpol tertentu” katanya.

“Saya berharap tidak berlaku penggiringan ke isu-isu yang sifatnya praksis dan juga terlalu lokal, karena ini masalah besar, ” sambungnya.

Justru, tandas Gus Hans, dengan dibutuhkan adalah mencari teman buat melawan komunisme, bukan malah menambah musuh. Karena itu semuanya kudu bersatu dengan partai apa kendati dalam melawan komunisme.

“Nanti khawatirnya, inginnya menghilangkan komunisme, tetapi malah berat ke isu-isu yang sifatnya tidak substantif, ” ucapnya.

“Intinya jangan kondusivitas dan jangan mau dikerdilkan isu ini menjadi isu kecil antipati antar partai. Komunisme adalah masalah kita bersama, ” kata Gus Hans terkait aksi tolak RUU HIP. (*)