FGD ASI Bahas Peran Sinergi Pemerintah & Swasta di Ekosistem Pembelajaran Daring

FGD ASI Bahas Peran Sinergi Pemerintah & Swasta di Ekosistem Pembelajaran Daring

TIMESINDONESIA, JAKARTA – Lembaga Arus Survei Indonesia (ASI) menemukan bahwa kolaborasi pemerintah dan swasta menjadi pokok penting dalam membangun ekosistem Penelaahan Daring.  

Direktur Eksekutif Arus Inspeksi Indonesia, Ali Rif’an menyampaikan di dalam pengantarnya mengatakan bahwa FGD digelar merupakan tindak lanjut dari temuan survei nasional tentang program bagian internet gratis Pusdatin Kemendikbud RI. Survei yang digelar Oktober 2020 tersebut menyebutkan, sebanyak 80, 5 persen masyarakat ingin program sandaran kuota internet dilanjutkan pada tarikh 2021.  

“Tentu di era revolusi industri 4. 0 dan gelombang teknonologi digital yang makin pelik, pembelajaran daring punya prospek yang panjang. Apalagi menurut survei ana, aspirasi publik ingin program bagian internet gratis perlu dilanjutkan tarikh 2021, ” ujar Ali Rif’an, Kamis (17/12/2020).  

Karena itu, menurutnya, di penghujung tahun 2020, perlu dibuat diskusi khusus soal outlook pendidikan 2021, khususnya menyoal ekosistem pembelajarn daring dan pentingnya internet sehat. “Itulah alasan mengapa kita ingin membahas secara khusus outlook pendidikan 2021, ” tambah di diskusi and rilis temuan Focus Group Discussion (FGD) bertema “Outlook Pendidikan 2021: Membangun Ekosistem Pembelajaran Daring & Pentingnya Internet Sehat”.  

Tahapan FGD tersebut dilaksanakan mulai tanggal 7– 12 Desember 2020 dengan melibatkan 6 pakar, penyelidik dan praktisi pendidikan.  

Sementara itu, Plt. Kepala Pusdatin Kemendikbud RI, M Hasan Chabibie MSi dalam sambutannya mengatakan bahwa teknologi bagian tak terpisahkan dari sistem pelajaran saat ini dan di masa mendatang. Itulah mengapa bantuan kouta internet gratis sangat penting, sebagai upaya menjaga nyala api pelajaran nasional.  

“Teknologi bagian tak terpisahkan dari sistem pendidikan sekarang dan di masa mendatang. Bantuan catu internet bentuk negara hadir, serta upaya menjaga asa dunia pendidikan kita di tengah pandemi, ” kata Hasan.  

Kemudian, Peneliti Pokok Bidang Pendidikan Arus Survei Nusantara, Budy Sugandi, dalam pemaparan temuan FGD mengatakan, dalam konteks mendirikan ekosistem pembelajaran daring, kolaborasi antara pihak pemerintah dan swasta menjelma prasyarat penting.  

“Untuk membangun ekosistem pembelajaran daring, pihak pemerintah kudu bersinergi baik Kemendikbud sebagai pencipta regulasi ataupun Kominfo dan departemen lainnya sebagai penunjang  dengan pihak swasta yakni pihak provider maupun pemilik aplikasi dan platform pembelajaran daring, ” kata Budy Sugandi.  

Sementera terkait pentingnya internet sehat, Budy mengatakan bahwa perlu adanya edukasi yang berkesinambungan, seperti halnya tidak melakukan ujaran kebencian (hate sepeech) dalam pemakaian internet (bermedia sosial). “Kampanye yang menyeluruh ke seluruh komponen untuk menggunakan internet sehat perlu secara gencar dikerjakan, ” tambahnya.  

Sebagai informasi, jadwal tersebut juga diskusi and rilis temuan Focus Group Discussion (FGD) ASI  bertema “Outlook Pendidikan 2021: Membangun Ekosistem Pembelajaran Daring and Pentingnya Internet Sehat” sejumlah rujukan antara lain, Kaprodi Pendidikan Fisika UPI Dr Achmad Samsudin, Peneliti LIPI Fikri Muslim MSC, & CEO Clevio Coder Camp Fransisca Oetami. (*)