Divonis 3 Tahun, Bupati Nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah Ajukan Banding

Divonis 3 Tahun, Bupati Nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah Ajukan Banding

TIMESINDONESIA, SURABAYA – Terbukti menyambut suap Rp 600 juta sejak kontraktor untuk pembangunan infastruktur dalam lingkungan Pemkab Sidoarjo, Bupati Nonaktif Sidoarjo Saiful Ilah divonis 3 tahun penjara. Vonis kepada Saiful Illah  dibacakan majelis hakim di sidang putusan di Pengadilan Aksi Pidana Korupsi (Tipikor) Surabaya, Bulevar Raya Juanda, Sidoarjo, Senin (5/10/2020).

“Menjatuhkan hukuman pidana penjara selama 3 tahun dan denda Rp 200 juta subsider enam bulan kurungan, serta uang pengganti Rp 250 juta, ” kata Ketua Cantik Hakim Pengadilan Tipikor Surabaya, Tjokorda Gede Artana.

Vonis ini lebih kecil satu tahun dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) dari Komite Pemberantasan Korupsi (KPK), yang di persidangan sebelumnya menuntut empat tahun penjara dan denda Rp 200 juta.

Dalam pembacaan vonis, Saiful Ilah dinyatakan terbukti melanggar pasal 11 UU No 31/1999, sebagaimana diubah dengan UU No 20/2001 juncto pasal 55 ayat 1 pertama KUHP tentang Pemberantasan Tindak Kejahatan Korupsi.

Terkait hal yang memberatkan, indah hakim menyebut politikus Partai Penentangan Bangsa (PKB) itu dinilai tidak mendukung program pemerintah dalam peristiwa pemberantasan korupsi.

“Terdakwa tidak berterus terang atau berbelit-belit dalam menyampaikan masukan di persidangan dan tidak kooperatif, ” katanya.

Sedangkan hal yang menggali, terdakwa sudah berusia lanjut, berjasa dalam membangun Sidoarjo dan menyejahterakan masyarakat, serta menorehkan banyak prestasi.

Sementara itu Saiful Ilah melalui penasihat hukumnya, Syamsul Huda menyatakan mau melakukan upaya banding. “Kami memberikan akan menempuh jalur upaya kaidah banding, ” ujarnya.

Sedangkan JPU lantaran KPK, Arif Suhermanto  menyatakan sedang pikir-pikir atas atas putusan perhimpunan Hakim. “Kami pikir-pikir, ” katanya.

Saiful Ilah mengaku kecewa atas vonis hakim. “ Wallahi saya tidak pernah menimbulkan uang. Saya punya uang, bakal apa minta uang, ” ucapnya lantang. (*)