Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Meminta Satpol PP Tegas

Bupati Banjarnegara Budhi Sarwono Meminta Satpol PP Tegas

TIMESINDONESIA, BANJARNEGARA – Masyarakat Banjarnegara, Jawa Tengah heboh menyusul penggerebekan sebuah panti yang diduga sebagai tempat pengerjaan minuman keras. Satpol PP setempat berhasil menyita 14 gentong menyimpan sedikitnya 1000 liter, Rabu (23/12/2020). Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono pun memberikan komentar.

Kasatpol PP Banjarnegara, Esti Widodo SSTP MSi menyatakan pihaknya juga mengamankan To (50) serta peralatan yang digunakan untuk buatan tuak yakni 10 jirigen medium, 50 kilogram kayu laru (digunakan sebagai fermentasi), plastik pembungkus & uang tunai Rp. 1, dua juta, yang diduga dari hasil penjualan tuak.

Bupati Banjarnegara, Budhi Sarwono saat mendapat laporan Satpol PP  mengamankan miras dalam jumlah besat langsung turun ke lapangan untuk melihat dari dekat keberadaan miras tersebut.

Di lokasi barang bukti, secara tegas Bupati menyatakan bahwa Pemkab akan menempuh upaya hukum, karena TO  ternyata mengulangi perbuatanya, memikirkan sebelumnya pernah disidang dengan urusan yang sama.

Bupati menyampaikan prihatin di Banjarnegara ada rumah dijadikan wadah pembuatan tuak dan miras oplosan yang merusak moral masyarakat.

“Saya tugaskan kepada Kasatpol PP,   buat menegakkan Perda dan bersiap perang melawan miras, ” tegasnya sedikit.

Peristiwa lain yang harus segera diberantas adalah karaoke. Karena selama tersebut tempat hiburan tersebut menjadi wadah maksiat yang banyak dikeluhkan tokoh masyarakat di Banjarnegara.

Berdasarkan keterangan, Kasatpol PP Banjarnegara, Esti Widodo, To dapat diancam sanksi 3 kamar penjara atau denda minimal Rp 30 juta dan maksimal Rp 50 juta karena melanggar Perda Miras No 4 Tahun 2019. (*)