BI Mencatat Permintaan Uang Tunai pada Sulteng Turun Rp 1, dua Triliun

BI Mencatat Permintaan Uang Tunai pada Sulteng Turun Rp 1, dua Triliun

TIMESINDONESIA, PEMUKUL – Bank Nusantara (BI) Perwakilan Sulawesi Tengah (Sulteng) mencatat, pada tahun 2020 adanya penurunan pada permintaan uang tunai di Sulteng sekitar Rp 1, 2 triliun.   Pada kala pandemi saat ini, adanya kemerosotan permintaan uang tunai dikarenakan transisi ke non tunai.

“Sebagaimana, transaksi secara non tunai hingga mencapai di dalam angka Rp 8, 8 triliun, ” kata Kepala Bank Indonesia Kantor Perwakilan Sulawesi Tengah M Abdul Majid Ikram saat ditemui di ruangannya pada Jumat, (18/12/2020).  

Menurutnya, jika dibandingkan pada 2019, permintaan uang tunai berkisar di dalam angka Rp 5, 6 triliun. Namun, dalam catatan BI di tahun 2020 ada sekitar 4, 3 triliun. BI memperkirakan dalam akhir tahun 2020, akan mencapai Rp 4, 47 triliun.

“Hal ini bisa dilihat dari sisi business to business, yakni dari pengunaan Alat Pembayaran Menggunakan Kartu (APMK) meningkat ada sekitar 125 milyar rupiah. Dari sisi penggunaan Quick Response Code Indonesian Standard (QRIS), ada sekitar 25050 merchant dalam Sulawesi Tengah, ” ungkapnya.  

Selain itu, lanjut Ikram, pihaknya memberikan advesori kepada pemerintah daerah, bagaimana bisa bertahan ditengah pandemi Covid-19 melalui kajian-kajian dalam upaya mencari peluang-peluang di berbagai sektor, tertib dari sisi pertanian, pertambangan & perdagangan.

“Kami menyadari, dalam hal itu ada beberapa sektor perlu cara lagi untuk kembali ke track normalnya, ” harap Kepala Bank Indonesia (BI) Kantor Perwakilan Sulteng tersebut. (*)