Beresiko Gunakan Handkey, Pemkot Bontang Siapkan Presensi online

Beresiko Gunakan Handkey, Pemkot Bontang Siapkan Presensi online

TIMESINDONESIA, BONTANG – Pemkot Bontang tidak lagi menggunakan ketidakhadiran sidik jari (handkey) di setiap Perangkat Daerah dan unit kerja sebagai metode laporan kehadiran personel. Ini karena penggunaan handkey betul dikhawatirkan dapat menjadi media penularan Covid-19. Sebagai gantinya, disiapkan kehadiran online.

Untuk saat ini Pemkot Bontang melaksanakan sistem presensi manual untuk yang bekerja di kantor (WFO). “Presensi secara shareloc atau berbagi letak untuk yang WFH, khusus shareloc dilaporkan secara berjenjang ke masing-masing atasan langsung, ” ujar Kepala Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia  (BKPSDM) Kota Bontang, Sudi Priyanto Selasa, (13/10/2020)

Sudi menyampaikan, saat ini  pihaknya sedang menyiapkan aplikasi Presensi Online untuk dipergunakan sebagai alat ukur kehadiran untuk seluruh pegawai di lingkungan Pemerintah Kota Bontang.

Presensi online dapat dioperasikan melalui HP Android maupun laptop yang terhubung dengan jaringan atau paket data  internet. Ada pasword yang akan diberikan untuk masing-masing pegawai.

“Sistem ini dapat mendeteksi kondisi sebagai pengganti shareloc pada sistem yang digunakan selama ini. Personel yang melaksanakan cuti juga mampu diperhitungkan melalui aplikasi ini, ” ungkapnya

Selanjutnya aplikasi ini nantinya selalu akan dapat menarik data Bahan Kinerja Pegawai (SKP), sehingga sekaligus dapat mengkalkulasi berapa persentase Tunjangan Tambahan Penghasilan yang diterima masing-masing pegawai setiap bulannya, yang antaralain juga ditentukan oleh indikator level kehadiran pegawai.

Sudi berharap dengan penggunaan presensi online tersebut maka nantinya tidak ada lagi media absensi yang digunakan melalui kontak langsung karena penggunaannya oleh masing-masing personel.

Pasalnya sangat disadari juga bahwa ketidakhadiran manual dengan tandatangan pada eksemplar absensi juga masih menimbulkan kerentanan

“Target kami aplikasi ini sudah bisa diuji coba pada akhir kamar Nopember 2020 dan secara rajin dapat difungsikan secara penuh di Januari 2021, ” kata Besar BKPSDM Pemkot Bontang, Sudi Priyanto. (ADV)